masih di merapi

masih di merapi
makasih buat ndud yang dah mau moto ak

Jumat, 04 Februari 2011

musik bisa bikin orang kejang - kejang

Queens, New York, Selama ini musik dikenal sebagai sarana untuk menyenangkan diri. Tapi bagi orang yang mengalami fobia musik hal ini tidak berlaku, karena ia akan mengalami kejang-kejang ketika mendengarkan musik.

Kondisi ini dialami oleh Stacey Gayle yang selalu mengalami kejang saat mendengar musik. Padahal dulunya Gayle adalah seseorang yang sangat mencintai musik dan sebagian besar hidupnya diisi dengan mendengarkan musik. Namun kondisi itu kini sudah berubah.

Awalnya pada tanggal 3 Maret 2005 ia mengalami kejang di kamar tidurnya, sang ibu langsung membawanya ke rumah sakit untuk distabilkan. Beberapa hasil scan otak dan tes darah tidak memberikan petunjuk apapun. Tapi kondisi ini kembali terulang saat ia pergi ke rumah temannya.

Mulanya kejang yang timbul terjadi secara acak, namun pada pertengahan 2006 ditemukan pola bahwa ia akan jatuh dan mulai kejang-kejang di lantai saat mendengarkan lagu atau musik. Hanya dibutuhkan waktu beberapa detik dari sebuah lagu untuk membuatnya terjatuh di lantai dan mengalami kejang.

Akibat kondisinya tersebut ia terpaksa harus meninggalkan sekolahnya karena tidak bisa mendengar suara handphone atau bel sekolah, serta tidak bisa pergi berbelanja atau duduk di sebuah restoran untuk makan. Hidupnya akan menjadi lebih baik jika seseorang mengambil suara musik dari dirinya, karena itu untuk mencegah kejang caranya adalah menjauhkan atau menghindari suara musik apapun.

Kondisi yang dialami oleh Gayle ini disebut dengan musicogenic epilepsy, yaitu istilah teknis untuk menunjukkan kondisi kejang yang disebabkan oleh musik atau kadnag disebut dengan fobia musik.

"Kondisi ini terbilang sangat langka dan tercatat hanya ada 150 kasus yang pernah dilaporkan. Umumnya pasien akan bereaksi terhadap segala sesuatu mulai dari musik klasik hingga Beatles dan musik Pink Floyd sampai lonceng gereja yang terdengar di radio," ujar Ashesh Mehta, ahli bedah saraf dari LIJ Epilepsy Center, seperti dikutip dari Scientificamerican, Senin (31/1/2011).

Mehta menuturkan para ilmuwan tidak tahu apa yang menyebabkan epilepsi atau kejang-kejang. Meskipun kondisi yang muncul cukup terkendali, tapi aktivitas listrik di otak cukup kacau serta membuat seseorang kehilangan kontrol.

Epilepsi akan terjadi setelah jaringan sel-sel otak rusak, dan untuk kasus musicogenic epilepsy ini kemungkinan karena mempengaruhi sel-sel yang terlibat dalam proses menikmati musik.

"Merespons lagu emosional bisa menyebabkan kelompok sel menjadi sangat bersemangat dan menyebabkan kejang, serta irama musik mungkin menghasilkan pola aktivitas berirama di otak. Jika iramanya mirip dengan pola negatif di otak maka kejang akan menjadi terkait dengan jenis musik tertentu," ujar Charles Schroeder ahli saraf dari NKI.

Jika obat-obatan sudah tidak efektif, maka satu-satunya pilihan untuk mengatasi kejang ini adalah melalui operasi atau menghindari suara musik tersebut. Namun operasi ini juga memiliki beberapa risiko seperti ada kemungkinan pasien kehilangan memori ringan jika operasi melibatkan daerah otak hippocampus.


(detik.com)

Martina McBride Valentine

If there were no words
No way to speak
I would still hear you
If there were no tears
No way to feel inside
I’d still feel for you


And even if the sun refused to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart until the end of time
You’re all I need, my love, my Valentine


All of my life
I have been waiting for
All you give to me
You’ve opened my eyes
And showed me how to love unselfishly


I’ve dreamed of this a thousand times before
But in my dreams I couldn’t love you more
I will give you my heart
Until the end of time…
You’re all I need, my love, my Valentine


And even if the sun refused to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart until the end of time
‘Cause all I need is you, my Valentine
You’re all I need, my love, my Valentine



SEJARAH Winnie the Pooh

Selama Perang Dunia pertama tentara dari Winnipeg (Manitoba, Kanada) adalah diangkut ke timur Kanada, dalam perjalanan mereka ke luar negeri Eropa di mana mereka harus bergabung ke-2 Brigade Infanteri Kanada. Ketika kereta berhenti di White River, Ontario, seorang letnan bernama Harry Colebourn membeli beruang hitam kecil anak harimau betina sebesar $ 20 dari seorang pemburu yang telah membunuh ibunya. Ia menamai dia ‘Winnipeg’, setelah kota kelahirannya Winnipeg, atau ‘Winnie’ untuk pendek.


Winnie menjadi maskot dari Brigade dan pergi ke Britania dengan unit. Ketika Brigade diposting ke medan tempur dari Perancis, Lt Colebourn membawa Winnie ke Kebun Binatang London pinjaman lama. Secara formal disajikan Colebourn London Zoo dengan Winnie pada Desember 1919 di mana ia menjadi atraksi yang populer dan tinggal sampai 1934.


Beruang juga sangat populer oleh Christopher Robin, putra penulis AA Milne. Itu adalah favorit di kebun binatang, dan ia sering menghabiskan waktu di dalam kandang dengan itu. Beruang adalah Christopher Robin’s inspirasi untuk memanggil boneka beruang Winnie sendiri …. Winnie the Pooh (beruang teddy ini mulai dengan nama Edward Bear). Nama aslinya Pooh milik angsa, seperti dapat dilihat dalam sebuah puisi dari Milne’s When We Were Very Young.


A.A. Milne mulai menulis serangkaian buku tentang Winnie the Pooh, putranya Christopher Robin, dan teman-teman mereka di 100-Aker-Wood. Ini karakter lain, seperti Eeyore, Piglet, Tigger, Roo Kanga dan juga didasarkan pada boneka hewan milik Christopher Robin. Karakter lain seperti Rabbit dan Owl didasarkan pada hewan yang hidup, persis seperti Pooh angsa, di sekitar wilayah negara Milne rumah Cotchford Farm di Ashdown Forest, Sussex, di mana 100-Aker-kayu itu didasarkan.


‘Winnie-the-Pooh’ diterbitkan oleh Methuen pada 14 Oktober 1926, ayat-ayat “Sekarang Kita Enam ‘pada tahun 1927, dan’ The House at Pooh Corner ‘in1928. Semua buku-buku ini digambarkan dalam cara yang indah oleh EH Shepard, yang membuat buku-buku bahkan lebih magis. The Pooh-buku menjadi favorit perusahaan dengan tua maupun muda dan telah diterjemahkan ke dalam hampir semua bahasa yang dikenal. Angka konservatif untuk total penjualan dari empat Methuen edisi (termasuk Ketika We Were Very Young) sampai dengan akhir tahun 1996 akan menjadi lebih dari 20 juta eksemplar. Angka-angka ini tidak termasuk penjualan dari empat buku yang diterbitkan oleh Dutton di Kanada dan Amerika Serikat, maupun edisi bahasa asing yang dicetak di lebih dari 25 bahasa di seluruh dunia!


The Pooh-buku juga telah favourites of Walt Disney’s putri dan terinspirasi untuk membawa Pooh Disney untuk film pada tahun 1966. Pada tahun 1977 “Yang Banyak Adventures of Winnie the Pooh ‘, fitur pertama-film animasi Pooh dirilis. Pada tahun 1993, Walt Disney Company mengakui bahwa kedua Pooh Bear adalah hanya untuk Mickey Mouse dalam portofolio mereka yang paling-dicintai dan dipercaya karakter dikenal jutaan orang di seluruh dunia. Pada tahun 1996, setelah rilis kedua dari ‘Yang Banyak Adventures of Winnie the Pooh’, si Beruang yang Sangat Otak Kecil telah terbukti menjadi lebih populer dari karakter Disney lainnya. Pada tahun 1997, tiga puluh tahun setelah rilis ‘Yang Banyak Adventures of Winnie the Pooh’, Disney dirilis ‘Pooh’s Grand Adventure’, mengambil tempat 22 Disney Masterpiece hiraukan.